Jam Tangan HP Tipe Aoke 09
Kode Barang : JAM HP KONDISI : 100% (BARU) HARGA : 1,100,000,- (FIX) INFORMASI SILAHKAN HUBUNGI : HP : 0818632364 (SMS/TLP) PIN BB : 27C82056 - http://promosialiansi.com/
Kamera Digital Kodak Easyshare C1530
Kode Barang : KODAK C1530 KONDISI : 100% (BARU) HARGA : 800,000,- (FIX) + Memory 4G INFORMASI SILAHKAN HUBUNGI : HP : 0818632364 (SMS/TLP) - Promosialiansi.com.
Sepatu Gaul TOMS
Kode Barang : TOMS (Kode Barang) KONDISI : 100% (BARU) HARGA : 145,000,- (FIX) / pcs Ukuran 39 - 44 CARA PESAN SMS/TLP 0818632364 KODE BARANG, WARNA YG DIPILIH, UKURAN, ALAMAT PENGIRIMAN - Promosialiansi.com.
Pashmina Rayon Polos
HARGA : 30,000,- (FIX / Item) HARGA KHUSUS : Pembelian Min 5pcs : @ Rp 28.000,- Pembelian Min 10pcs : @ Rp 25.000,- - Promosialiansi.com.
Jam Tangan Handphone Tipe 007
Kode Barang : JAM HP 007 KONDISI : 100% (BARU) HARGA : 1,200,000,- (FIX) INFORMASI SILAHKAN HUBUNGI : HP : 0818632364 (SMS/TLP) PIN BB : SMS/TLP AJA DL YAA - Promosialiansi.com.
JANGAN BERIKAN SUSU FORMULA PADA ANAK-ANAK KORBAN LETUSAN GUNUNG MERAPI DAN TSUNAMI MENTAWAI
Jangan berikan susu formula kepada bayi dalam keadaan darurat di pengungsian akibat letusan gunung Merapi dan Tsunami Mentawai karena dapat membahayakan kesehatan mereka. Imbauan ini disampaikan Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH. Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada para dermawan yang telah membantu para korban, namun jangan memberikan susu formula. Pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap sumbangan dan distribusi susu formula kepada keluarga-keluarga yang terkena dampak bencana alam di dua tempat baru-baru ini. “Kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi, berikanlah air susu ibu (ASI) saja sampai bayi berusia 6 bulan. Pemberian ASI dapat dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun dan sejak usia 7 bulan dapat diberikan makanan tambahan berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang telah disediakan pemerintah”, ujar Menkes. Untuk korban letusan Gunung Merapi, Kementerian Kesehatan telah menyalurkan berbagai bantuan antara lain MP-ASI sebanyak 6 ton, masing-masing untuk Kab. Magelang 2 ton, Prov. DI Yogyakarta 2 ton, Kab. Boyolai 1 ton dan Kab. Klaten 1 ton. Sedangkan untuk korban Tsunami Mentawai sebanyak 10 ton masing-masing 5 ton untuk Dinkes Prov. Sumatera Barat dan 5 ton untuk Dinkes Kab. Mentawai. Menurut Menkes, ASI dapat memenuhi seluruh kebutuhan bayi dan keunggulannya tidak bisa digantikan dengan susu lain. ASI aman, bersih dan mengandung zat-zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit. Hasil survei yang dilakukan oleh UNICEF, satu bulan setelah gempa Yogyakarta tahun 2006 menunjukkan bahwa tiga dari empat keluarga dengan anak-anak di bawah usia enam bulan menerima bantuan susu formula. Survei ini juga menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan pemberian susu formula dari 32 persen pada saat sebelum bencana menjadi 43 persen setelah bencana. Akibatnya kasus diare di kalangan bayi di bawah usia enam bulan yang mendapatkan susu formula menjadi dua kali lipat (25.4 persen) dibandingkan dengan bayi-bayi yang tidak mendapat susu formula (11.5 persen). Kasus diare di kalangan anak usia antara enam bulan sampai 23 bulan juga meningkat sebanyak lima kali lipat dibandingkan dengan sebelum bencana. Susu formula dan susu bubuk merupakan sumbangan yang banyak diberikan dalam keadaan darurat. Sayangnya pembagian produk ini seringkali tidak terkontrol dan dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak yang masih perlu mendapat ASI. Dalam keadaaan bencana, kondisi lingkungan biasanya memburuk dan persediaan air terbatas, sehingga sangat penting bagi para Ibu untuk tetap memberikan ASI kepada anak mereka. Data sampai 28 Oktober pk. 06.00, jumlah korban yang meninggal dunia setelah Gunung Merapi meletus 32 orang. Jumlah korban yang masih dirawat inap sebanyak 75 orang tersebar di RSUP Dr. Sardjito 7 orang, RS Bethesda 2 orang, RS Panti Nugroho 9 orang, RSUD Muntilan 40 orang, RSIA Aisyah 2 orang, RSUP Soeradji 4 orang dan Puskesmas Kemalang 7 orang, Puskesmas Maninrenggo 1 orang dan Puskesmas Selo 3 orang. Selain itu, terdapat 58.669 orang mengungsi di 4 titik, yaitu Kab. Sleman 19.050 orang, Kab. Boyolali 4.216 orang, Kab. Klaten 4.269 orang dan Kab. Magelang 31.134 orang. Sedangkan korban meninggal dunia sampai dengan 28 Oktober pk. 06.00 sebanyak 311 orang. Korban luka berat 40 orang di Puskesmas dan 78 orang di Pos Kesehatan. Korban luka ringan sebanyak 200 orang, korban hilang 460 orang. Pengungsi 520 orang. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id, info@depkes.go.id, kontak@depkes.go.id. |
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/05/brk,20101105-289604,id.html
Agung melanjutkan instruksi ini akan berkaitan dengan batasan sejauh mana lokasi yang diperbolehkan. Bahkan sampai tingkat pengosongan lereng hingga yogyakarta. "Namun itu saya belum menyampaikan, itu setelah rapat akan disampaikan," ujarnya.
Berkaitan anggaran, kata Agung, Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 150 miliar yang akan cair besok. Hal ini akan memperkuat tanggap darurat di lereng Merapi, Wasior dan Mentawai.
Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri mengatakan soal anggaran menangani bencana ada Rp 3 triliun yang siap digunakan dalam APBN 2010. "Saat ini sudah digunakan tidak lebih Rp 1 miliar," ujarnya. Sehingga, kata dia, masih ada sekitar Rp 2 triliun lebih. "Bantuan tidak perlu dicemaskan, cadangan kita masih cukup," ujarnya.
Soal kebutuhan masker yang belum terpenuhi, Salim mengatakan pengirimannya butuh waktu. "Kalau tejadi kekurangan harap maklum, bantuan tidak satu dua menit sampai. Prosesnya sedang berjalan," ujarnya. Apalagi, kebutuhan itu meningkat diluar prediksi.
EKO ARI WIBOWO









